Indo Antique Furniture Article & News

KURSI KLASIK
May 4, 2008

Kami memberikan informasi lengkap tentang kursi klasik, asal usul dan sejarah kursi klasik.

SEKILAS KURSI KLASIK

Kursi merupakan produk budaya sekaligus produk sosial. Kursi merupakan ‘alat’ atau ‘sarana’ duduk bagi manusia. Menurut kamus, kursi adalah tempat duduk berkaki dan bersandaran, dapat pula diartikan sebagai kedudukan, jabatan dalam parlemen, kabinet atau pengurus.

Asal Kata Kursi

Kata ‘kursi’ berasal dari bahasa Arab yaitu Al Kursi (Ayat Kursi). Al Kursi diambil dari Al Kirs yang artinya pengumpulan, atau Al Kurrasah yang berarti kertas-kertas yang dikumpulkan dan di tafsirkan sebagai buku. Al Kursi menunjukkan kumpulan berupa buku sebagai suatu ‘pondasi’ ilmu pengetahuan untuk dapat menahan dan menopang beban (baca: kekuasaan) yang ada di atasnya (orang yang duduk).
(Sumber: Asy-Sya’rawi, 2003, 122-1223).

Mengenal Kursi Klasik

Kursi klasik merupakan furnitur atau mebel yang berfungsi sebagai sarana duduk bergaya kuno, di pasaran dikenal sebagai kursi antik. Kursi klasik dimulai dari zaman Yunani dan Romawi sampai Abad ke-19. Kursi klasik menganut prinsip fungsi mengikuti bentuk, berbeda dengan konsep kursi modern, yaitu bentuk mengikuti fungsi.

Istilah klasik berasal dari bahasa Inggris yaitu classic yang selalu dikonotasikan sebagai gaya yunani dan Romawi. Untuk menegaskan asalnya, gaya klasik Yunani dan Romawi kerap menggunakan huruf besar Classic. Selanjutnya sampai Abad ke-19 karena dianggap hanya peniruan dan pengembangan dari gaya Yunani dan Romawi, kata classic menjadi huruf kecil.

Awalnya kursi hanya diciptakan untuk para raja, bangsawan, biarawan, tokoh agama, dan masyarakat yang memiliki kekuasaan tinggi atau orang yang sangat berpengaruh. Kini kursi klasik dapat dimiliki oleh semua orang tanpa memandang status sosialnya. Kursi klasik banyak diciptakan di Perancis, Inggris, Jerman, dan Negara-negara Eropa serta Amerika, karya-karya kursi klasik kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam perkembangannya desain kursi klasik tiruan tumbuh pesat setelah kerajaan-kerajaan di Indonesia, terutama di Jawa bersentuhan dengan bangsa Eropa. Sejak Abad ke-16, kursi klasik banyak diproduksi di kawasan Kabupaten Jepara di Jawa Tengah (lihat Gustami, 2000, 199). Saat ini produsen kursi klasik menyebar dan merambah sampai ke wilayah Klender dan Ciputat.

Kerajaan-kerajaan di Indonesia, terutama kerajaan Jawa banyak menggunakan kursi klasik sebagai sarana duduk para raja dan bangsawan. Bila dicermati Istana-istana Presiden di Indonesia menggunakan kursi klasik. Demikian pula rumah-rumah kuno bergaya kolonial dan rumah-rumah baru dengan sentuhan Eropa atau Amerika, salah satu elemen interiornya adalah kursi klasik.

Bahkan pada masa Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (1781-1826) berkuasa di Indonesia, muncul kursi gaya Raffles yang mengadopsi gaya Sheraton Inggris. Sampai saat ini, kursi klasik khas Kolonial ini masih digemari dan direproduksi di Indonesia.

Dalam pameran furnitur, kursi klasik selalu ditampilkan dengan anggun, bahkan menjadi ikon. Kursi klasik juga banyak digunakan sebagai simbol kekuasaan, perebutan kursi, jabatan dan sejenisnya.

Link:
News Archives

News Page : 1  2  3  NEXT »

KAKI KURSI KLASIK
Desain kaki kursi klasik sangat beragam. Antara lain, kaki cabriole (cabriole leg), kaki pedang (saber atau saber leg) dan kaki seruling (flute leg).
Detail »

Made in Vermont: Designer Pottery
Philip Moros can say he has the best chef in the world. He chuckles, "I could not work for someone else for the moment!"
Detail »

Komponen Kursi Klasik
Kursi klasik kempunyai kelebihan karena komponen yang digunakan berbeda dengan kursi yang lain. apakah yang membedakannya?
Detail »

Ciri-ciri, fungsi dan bentuk kursi klasik
Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri, fungsi dan bentuk kursi clasik?
Detail »

KURSI KLASIK
Kami memberikan informasi lengkap tentang kursi klasik, asal usul dan sejarah kursi klasik.
Detail »

eXTReMe Tracker